Reading own city
Membaca Kota Malang,
Kegiatan membaca kota sebenarnya tanpa kita sadari telah sering kita lakukan dalam keseharian, saat jalan-jalan, naik kendaraan, belanja dipasar tradisional, dimall, atau ketika mencari jalan alternatif saat kemacetan melambatkan arus lalu lintas.
Mahasiwa sebagai urban terbesar di Kota Malang telah menghubungkan Malang dengan banyak kota lain dan terjadilah akulturasi budaya dari desa ke kota, dari kota ke kota, dari negara ke kota. Malang telah tumbuh menjadi kota yang tingkat kepadatan penduduknya telah menambah tingkat kemacetan, konsumtif dan mendorong bangunan-bangunan ruko, estate, pusat belanja, pusat hiburan, dan tempat-tempat nongkrong sebagai identitas kota yang hidup di malam hari. Fesyen pun menjamur dengan berderetnya distro-distro, meski tetap saja masih berbeda dengan kota lain, Yogyakarta misalnya. Pada satu sudut sejarah, kota berubah secara fisik dan non fisik. Gedung-gedung, perumahan penduduk, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan secara umum.
Insomnium-reading own city program mengajak mahasiswa Kota Malang untuk melakukan kegiatan pembacaan terhadap kota Malang dan direpresentasikan secara fotografis.
Running Program :
Mei – Juli 2009
Info: wonginsom@yahoo.com
Perumahan Graha Sengkaling Kav. 29 Dau Malang
Jawa Timur
Indonesia
65151
2 responses so far ↓
gogon // June 27, 2009 at 9:09 pm |
wah… seru iki…
4v35 // June 29, 2009 at 4:04 am |
Menarik…program bagus.. disaat mulai banyak orang yg terlupa membaca realitas sekeliling , harus ada yg dkatakan dari proses pembacaan itu.