INSOMNIUM

ONE WORLD ONE RULE

May 15, 2009 · Leave a Comment

ONE WORLD ONE RULE

NURNAHRIA

 

Bermula dari rasa penasaran yang amat sangat, setelah sempat membaca sedikit tulisan dan menonton satu film documenter tentang Punk, terus kepikiran untuk mencoba motret tentang punk yang ada di malang. Bagaimana aktifitasnya, style, ekspresi, tentang kebersamaan dan segala usaha yang mereka lakukan pada saat berlangsungnya acara.

Melalui seorang teman, akhirnya saya berkesempatan untuk berkenalan dengan beberapa teman punk dan skinhead, lalu mengikuti dan mendokumentasikan mereka pada beberapa acara musik punk yang diadakan di Malang dan sekitarnya. Musik punk adalah sebuah alternative untuk menyuarakan pesan berupa kata-kata, kalimat atau bahkan umpatan dalam bentuk lirik lagu. Sehingga acara musik adalah sebuah acara yang sangat dinantikan karena pada hari itu scene-scene punk yang berada di kota Malang dan sekitarnya berkumpul bersama untuk menikmati musik dan dunia milik mereka, berada dalam dunia yang mereka impikan, bersama orang-orang dengan gaya hidup dan pikiran yang sama.

Gaya hidup dan jalan pikiran sebagai bentuk penerjemahan atas pemberontakan yang menginginkan penghargaan atas kebebasan individu dalam bertindak dan berekspresi dihargai setinggi-tingginya, mereka refleksikan hari itu. Dengan aturan yang tertanam dalam diri setelah mengklaim diri untuk menjalani hidup dengan cara-cara yang terdapat dalam subkultur tersebut. “One World One Rule” dapat berarti satu dunia, satu cara, satu aturan yang dijalankan oleh subkultur punk. Kalimat tersebut terlintas saat melihat kembali foto-foto yang baru selesai saya cetak dan saya rasa dapat mewakili foto-foto tadi.

Kebersamaan atas sebuah impian, style, usaha. Kebahagiaan adalah sedikit hal yang dapat saya rekam dari apa yang mereka lakukan. Sebuah upaya untuk memperlihatkan eksistensi mereka dalam mewujudkan impian dimana tidak ada lagi aturan-aturan yang mengekang kebebasan dan ketertindasan atas hak-hak individu.

Long Live Punk……..

Insomnium, 15 – 20 Juli 2006

 

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

 

ONE WORLD ONE RULE

NURNAHRIA

Started by a great curiosity after reading an article and watch a documentary film about punk, then I encouraged to capture the picture of punk community on Malang, from their life, style, expression, togetherness, and anything they have done during their event. Introduced by a friend of mine, I eventually have the chance to interact with some punk and skin head fellow; I flow with them, and documented their action in some punk musical events held in Malang and it surroundings. Punk music is the alternative to express message in words or even slander through lyric of a song. Hence, any punk music events are always been expected as shown on the day, punk communities in Malang and its nearby blend to share their music and their world, being together with people of the same life style and belief. These life style and belief show rebellion for an appreciation of their individual freedom in expression and action that they reflect on that day. It is based on the basic individual rules after their declaration to live in the custom of the subculture. One world, one rule means there is only one world, one way and one rule for punk subculture. Those words came to me when I review the pictures that I have just printed out and I think those words could symbolize them.

 

Togetherness of a dream, style, effort, and happiness are few things that I could record from their life. This is an effort to demonstrate their existence in fulfilling their dreams where there is no rules to limit freedom and marginalization of individual rights.

Long live punk!

 

Categories: aktifitas

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment