INSOMNIUM

Melihat Bersama

April 5, 2009 · Leave a Comment

Melihat Bersama

Ahmad Fuad Usman (Malaysia)

Bahtiar Dwi Susanto (Indonesia)


Perkembangan seni kontemporer menggagas bagaimana batas-batas lokal, regional dan international tidak lagi menjadi sebuah batasan dan membuat adanya jarak geografis. Melihat lebih jauh bahwa perbedaan negara atau nation dan regional telah dapat terlewati oleh beberapa pergerakan ”independent” dalam konteks kebudayaan. Visual Art dalam pembicaraan ini telah banyak dikenal diberbagai negara dunia sebagai bahasa universal karena peradabannya lebih tua daripada bahasa itu sendiri.

Melihat bersama, diasumsikan kepada pengkaryaan personalitas dari 2 negara yakni Malaysia (Ahmad Fuad Usman) dan Indonesia (Bahtiar Dwi Susanto) dengan merepresentasikan Malaysia secara berbeda dalam karya-karya fotografis dan atau new media art.

Pameran ini merupakan kerjasama kebudayaan sebagai inisiasi dalam konteks perkembangan seni 2 negara Indonesia-Malaysia melalui karya-karya fotografis dan atau new media art yang secara kebetulan masing-masing seniman berinteraksi dalam satu lokasi residency di Rimbun Dahan Malaysia. Termasuk juga kehadiran Cecep Samsul Hari yang berkolaborasi untuk pembuatan buku puisinya berjudul Rimbun Dahan.

Melihat Bersama, merupakan satu kesempatan membuka dialog kebudayaan antara 2 negara dalam rangkuman pameran bersama.


Agenda:

· Malang:

Galeri Ken Arok, Perpustakaan Malang 20-25 Maret 2009

· Surabaya:

CCCL Surabaya, 31 Maret-11 April 2009

=========================================================================================

Seeing Together

Ahmad Fuad Usman (Malaysia)

Bahtiar Dwi Susanto (Indonesia)

The development of contemporary art has limits how local, regional and international is no longer a limitation and the geographic distance. See more differences that country or nation and regional exceeded may have been some movement by “independent” in the context of culture. Visual Art in the discussion this has been known in different countries of the world as a universal language because older culture than language itself.

Seeing Together, it is assumed to personality artwork from 2 countries namely Malaysia (Ahmad Fuad Uthman) and Indonesia (Bahtiar Dwi Susanto) with Malaysia represents the different in the papers or photographical and new media art.
This exhibition is a joint initiative of culture as art in the context of the development of 2 countries Indonesia-Malaysia through the papers or photographical and new media art into the respective artists interact in one location residency leafy branches in Malaysia. Including attendance Cecep Samsul Hari that collaborated to the making of the book his poetry entitled  Rimbun Dahan.
Seeing Together, is an opportunity to open dialogue between cultures in the sum of 2 exhibitions together.
This exhibition has been established in :
  • Ken Arok Gallery.  Malang, east java.March, 20-25,  2009
  • CCCL. Surabaya,  March, 31 -  April, 11 2009

Categories: aktifitas

0 responses so far ↓

  • There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.

Leave a Comment